Cimol adalah sejenis makanan yang terbuat dari tepung tapioka (aci) dan
sedikit terigu,bentuknya kebanyakan bulat kecil kira-kira sebesar
kelereng atau lebih besar sedikit,rasanya agak kenyal dan enak apalagi
kalau di tambahkan aneka rasa seperti keju,rasa ayam panggang dll adapun
bahan-bahan cimol sbb: 1. 1 kg tepung tapioka ( aci )
2. 1,5 ons terigu
3. 1 sendok teh garam
4. perasa ayam secukupnya
Cara membuatnya
1. semua bahan diatas diaduk sampai rata
2. Kalau sudah rata seduh dengan air mendidih
3. Aduk hingga menyatu dan menyerupai Dodol
4. Buat adonan tersebut bulat-bulat sebesar kelereng
5. goreng adonan yang sudah di buat seperti kelereng tersebut,ingat ketika memasukan cimol kedalam wajan minyaknya jangan terlalu panas supaya tidak meledak -ledak 6. taburkan perasa ,ayam atau keju,atau apa saja sesuai selera anda 7. cimol siap dihidangkan
catatan biasanya kalau cimol di goreng dengan API besar suka
meledak,agar ketika di goreng tidak meledak maka ikutilah cara berikut
in
1. panaskan minyak
2. kalau sudah panas kecilkan api atau matikan juga boleh
3. masukan cimol kalau sudah mengambang baru api di besarkan /dinyalakan lagi dijamin dech cimol anda tidak akan meledak.
Nama saya Rosi
Mulyani saya bersekolah di SMK Angkasa 2 Margahayu, disini saya akan memperkenalkan
sekolah saya.
SMK Angkasa 2 Margahayu ini terletak di
Jl.Dakakotablok B LanudSulaiman, pastisebagianbesar orang sudah mengenal sekolah
saya ini dan mungkin sudah tidak asinglagi, SMK Angkasa 2
Margahayuinitelahberdirisejaktahun 1979 sampai sekarang selalu melakukan inovasi
dan terobosan baru untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berorientasi
pada permintaan dunia usaha, menghasilkan tenaga kerja terdidik dan siap bekerja
pada dunia usaha dan industri.
SMK Angkasa 2 Margahayuini pun mempunyai Visidan Misi
VISI :Menjadi
lembaga pendidikan dan latihan kejuruan untuk mengembangkan SDM yang memiliki pengetahuan,
sikap keterampilan dan kepribadian dalam bidang bisnis manajemen yang siap memasuki
dunia kerja.
MISI : A.
Mewujudkan tempat diklat kejuruan bisnis manajemen dalam menyelenggaraka kompetensi
keahlian Administrasi Administrasi perkantoran dan pemasran.
B.
Menyiapkan calon tenaga professional sesuai perkembangan dunia usaha
C.
Menyelenggarakan pembinaan dan penanaman jiwa entrepreneur agar siswa memasuki dunia
kerja dan mampu membuka usahasendiri.
D. Menyelenggarakanan
diklat bisnis manjemen bersertifikasi.
- Kompetensi Keahlian
A. Pemasaran
Ruang lingkup
pekerjaan bagi lulusan Kompetensi keahlian pemasaran adalah jenis pekerjaan dan
atau profesi yang relevan dengan kompetensia ntara lain :
1.Kepramuniagaan
2.Kasir / Kolektor
3.Pengantar / Dilivery Service
4.Peritel / Ritel
5.Administrasipenjualan
6.
B.
AdministrasiPerkantoran
Ruang lingkup
pekerjaan bagil ulusan Program Administrasi perkantoran adalah jenis pekerjaan dan
profesi yang relevan dengan kompetensi antaralain :
1.ICT (Information, Communication and
Telecomunication)
2.Receptionist
3.Clerical Work / Ketatausahaan
KerjasamaDunia
Usaha danIndustri
1.Giant Supermarket
2.GriyaJogja
3.Hypermart MTC
4.PT. Mandom Indonesia
5.ISI (IkatanSekertaris Indonesia)
6.PemdaKabupaten Bandung
7.PT. INTI
8.Bank BJB
9.Perusahaan dan retail lainnya
SaranadanPrasarana
SMK Angkasa
2 iniadalah kampus yang asri jauh dari kebisingan dan nyaman sebagai tempat belajar.
Pengembangan
Sarana dan Prasarana terus ditingkatkan untuk menunjang kompetensi siswa.
Marching band adalah istilah dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik
(tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama.
Penampilan marching band merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup,
dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya. Umumnya
penampilan marching band dipimpin oleh satu atau dua orang komandan lapangan dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun lapangan tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alur koreografi atas lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tari yang dilakukan oleh sejumlah pemain bendera.
Penampilian solo musik tiup grup marching band
Marching
band umumnya dikategorikan menurut fungsi, jumlah anggota, komposisi
dan jenis peralatan yang digunakan, serta gaya/corak penampilannya. Pada
awalnya marching band dikenal sebagai nama lain dari drum band. Penampilan marching band pada mulanya adalah sebagai pengiring parade atas perayaan ataupun festival
yang dilakukan di lapangan terbuka dalam bentuk barisan dengan pola
yang tetap dan kaku, serta memainkan lagu-lagu mars. Dinamika
keseimbangan penampilan diperoleh melalui atraksi individual yang
dilakukan oleh mayoret, ataupun beberapa personil pemain instrumen.
Namun saat ini permainan musik marching band dapat dilakukan baik di
lapangan terbuka ataupun tertutup sebagai sebagai pengisi acara dalam
suatu perayaan, ataupun kejuaraan.
Komposisi musik yang dimainkan marching band umumnya bersifat lebih harmonis
dan tidak semata-mata memainkan lagu dalam bentuk mars, ragam peralatan
yang digunakan lebih kompleks, formasi barisan yang lebih dinamis, dan
corak penampilannya membuat marching band merupakan kategori yang
terpisah dan berbeda dengan drum band yang umumnya memiliki komposisi
penggunaan instrumen perkusi yang lebih banyak dari instrumen musik tiup. Tipikal bentuk dan penampilan drum band yang paling dikenal adalah drum band yang dimiliki oleh institusi kemiliteran ataupun kepolisian. Adaptasi lebih lanjut dari penampilan marching band di atas panggung adalah dalam bentuk brass band.
1. Sejarah
Penampilan marching band Universitas Detroit tahun 1920-an.
Marching
Band bermula dari tradisi purba sebagai kegiatan yang dilakukan oleh
beberapa musisi yang bermain musik secara bersama-sama dan dilakukan
sambil berjalan untuk mengiringi suatu perayaan ataupun festival.
Seiring dengan perjalananan waktu, marching band ber-evolusi menjadi
lebih terstruktur dalam kemiliteran di masa-masa awal era negara kota. Bentuk inilah yang menjadi dasar awal band militer yang kemudian menjadi awal munculnya marching band saat ini.[1][2]
Meskipun
pola marching band telah berkembang jauh, masih terdapat cukup banyak
tradisi militer yang bertahan dalam budaya marching band, tradisi milter
tersebut tampak pada atribut-atribut seragam yang digunakan, tata cara
berjalan, model pemberian instruksi dalam latihan umumnya masih
merupakan adaptasi dari tradisi militer yang telah disesuaikan
sedemikian rupa.
Di Indonesia,
budaya marching band merupakan pengembangan lebih lanjut atas budaya
drum band yang sebelumnya berada di bawah naungan organisasi PDBI
(singkatan dari "Persatuan Drum Band Seluruh Indonesia") yang dibina oleh Menpora (singkatan dari "Menteri pemuda dan olah raga").
Marching band lahir sebagai kegiatan yang memfokuskan penampilan pada
permainan musik dan visual secara berimbang, berbeda dengan drum band
yang lebih memfokuskan sebagai kegiatan olah raga. Dalam
perkembangannya, marching band di Indonesia banyak mengadaptasikan
variasi teknik-teknik permainan yang digunakan oleh grup-grup drum corps di Amerika, khususnya pada instrumen perkusi. Hal ini membuat corak permainan dalam penampilan marching band menjadi lebih mudah dibedakan dari corak penampilan drum band.
Instrumen
yang digunakan dalam penampilan marching band umumnya dapat
dikelompokkan pada beberapa kategori menurut jenis dan cara
memainkannya. Pengelompokkan ini secara tidak langsung pula mempengaruhi
struktur organisasional kepelatihan yang umumnya dispesifikasikan
menurut kategori-kategori tersebut, masing-masing kategori memiliki
pelatih tersendiri. Selain kepelatihan, pengelompokkan ini umumnya
berpengaruh pula pada perilaku sosial para pemain yang terlibat dengan
menciptakan kelas-kelas sosial non-formal yang membentuk kebanggaan
kelompok.
2. 1. Instrumen musik tiup
Pada
mulanya ragam instrumen musik tiup yang digunakan dalam marching band
identik dengan yang digunakan drum band. Namun pada perkembangannya,
beberapa jenis instrumen musik tiup seperti cornet, clarinet, flugelhorn, saksofon (termasuk di dalamnya sofrano, alto, dan tenor), trombone, sousaphone, dan flute
yang jamak digunakan drum band sudah ditinggalkan. Umumnya instrumen
musik tiup yang digunakan dalam permainan marching band menggunakan nada
dasar B♭ atau F. Jenis-jenis instrumen musik tiup yang digunakan
marching band umumnya adalah:
Instrumen
musik perkusi dalam kelompok ini merupakan jenis instrumen bergerak
yang dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan seperti halnya
instrumen musik tiup. Seksi yang memainkan instrumen musik perkusi
sambil berjalan disebut juga sebagai drumline atau battery.
Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan marching band umumnya
lebih sedikit dari yang digunakan pada permainan drum band.
Instrumen-instrumen tersebut adalah:
Instrumen
pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada
penampilan marching band umumnya jenis instrumen ini bersifat statis,
pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya
melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam
penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan marching band umumnya
lebih bervariatif dibandingkan drum band. Beberapa grup marching band
bahkan terkadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan
suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis-jenis instrumen pit
yang umumnya digunakan pada penampilan marching antara lain:
Instrumen
bendera tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan
oleh pemainnya sebagai alat bantu aksi tari untuk menghasilkan efek-efek
visual tertentu yang mendukung penampilan. Pada prakteknya, pemain
instrumen ini tidak selalu menggunakan bendera sebagai aksesori, namun bisa menggunakan peralatan-peralatan lain seperti senapan kayu, selendang, panji-panji, atau bahkan sapu
tergantung pada koreografinya untuk mendukung penampilan secara
keseluruhan. Namun biasanya instrumen dasar yang digunakan adalah:
Bendera
Senapan kayu
3. Aspek-aspek Penampilan
Salah satu bentuk penampilan Texas marching band
Aspek-aspek
yang terkait dalam penampilan marching band pada dasarnya dikelompokkan
dalam dua kategori utama, yaitu aspek musikal dan aspek visual.
Pengelompokkan ini berpengaruh pula pada metode pelatihan pada proses
penyiapan sehingga sebuah grup marching band siap tampil. Umumnya
latihan atas masing-masing aspek tersebut dilakukan secara terpisah
terlebih dulu sebelum digabungkan sebagai satu penampilan utuh.
3. 1. Aspek musikal
Lagu-lagu yang dibawakan dalam satu penampilan marching band umumnya membawa satu genre
yang sama atau merupakan kombinasi atas beberapa genre dalam satu tema
yang sama, namun demikian genre yang dibawa dalam satu penampilan
tiap-tiap marching band bisa berbeda-beda.
Secara
struktural, umumnya karakteristik lagu-lagu yang dibawakan tiap-tiap
marching band memiliki tipikal elemen yang sama. Bagian "pembuka" yang
ditujukan untuk meraih atensi penonton, "solo perkusi" atau disebut
dengan feature, "balada" yang menampilkan solo musik tiup
bersama dengan solo perkusi, dan "penutup" sebagai puncak dari
penampilan. Di masing-masing elemen tersebut sering pula diwarnai dengan
variasi teknik permainan, termasuk didalamnya permainan tempo, birama,
yang ditujukan untuk mendapatkan satu dinamika permainan yang lebih
seimbang, serta sebagai wahana menunjukkan kapabilitas grup yang
bersangkutan.
3. 2. Aspek visual
Koreografi
merupakan inti utama dari aspek visual dalam penampilan marching band.
Di dalamnya melingkupi alur pola atas formasi baris berbaris yang
digunakan, aksi-aksi tari yang
dibawakan oleh para pemain bendera, gerakan-gerakan untuk menampilkan
satu efek visual tertentu yang dilakukan oleh satu, sekelompok, atau
seluruh pemain yang terlibat dalam formasi barisan. Seringkali
penampilan marching band menggunakan aksesoris-aksesoris tambahan yang
dimainkan oleh beberapa orang pemain untuk mendukung mendapatkan efek
visual tertentu secara keseluruhan.
4. Perangkat lunak
Bentuk
penampilan marching band yang dinamis umumnya membuat kompleksitas
aransemen lagu dan perancangan formasi barisan menjadi lebih tinggi.
Para pelatih marching band instrumen musik umumnya memanfaatkan perangkat lunak
sebagai alat bantu untuk memecahkan tingkat kompleksitas tersebut dalam
proses aransemen lagu, melakukan ekstraksi atas partitur ke dalam
tiap-tiap kelompok instrumen musik (termasuk instrumen musik tiup,
perkusi, dan pit). Demikian pula halnya dengan pelatih visual, perangkat
lunak digunakan untuk mempermudah perancangan formasi barisan, simulasi
dan analisis atas kemungkinan terjadinya tabrakan antar pemain, dan
visualisasi permainan tiap lagu dalam suatu penampilan.
Beberapa
perangkat lunak yang tersedia saat ini bahkan mampu menggabungkan
disain formasi barisan dan aransemen musik sehingga menjadi suatu bentuk
model pertunjukan yang digunakan untuk memberikan gambaran atas
simulasi pertunjukan kepada seluruh pemain yang terlibat dengan tujuan
untuk mempermudah pemain dalam memahami alur pertunjukan dan aliran
pergerakan formasi barisan.
Perangkat lunak pembantu perancangan aransemen lagu
Perangkat lunak pembantu perancangan formasi barisan
5. Kompetisi
Kompetisi
umumnya menjadi perangsang atas kemajuan marching band di Indonesia.
Dengan adanya kompetisi ini, masing-masing marching band umumnya
berupaya untuk mengembangkan, atau mengadaptasikan teknik-teknik
permainan tertentu untuk menunjukkan kapabilitas grup marching band
tersebut, atau menciptakan satu keunikan yang berbeda sehingga menjadi
ciri khas penampilan suatu grup marching band. Skala kompetisi ini bisa
mencakup tingkat daerah, propinsi, ataupun nasional. Di Indonesia
terdapat cukup banyak ajang kejuaraan tingkat nasional yang
diselenggarakan, namun yang umumnya frekuentif diselenggarakan secara
konsisten adalah GPMB (Grand Prix Marching Band).
1. Snare drum
Ukuran marching snare drum
biasanya lebih dalam dari ukuran yang biasanya digunakan pada orkestra
atau drumkit. Hal ini membuat suara yang dihasilkan menjadi lebih keras,
sesuai dengan kebutuhannya untuk penggunaan di lapangan terbuka. Ukuran
standar (diameter x kedalaman) adalah 13x11 dan 14x12 inci dengan berat
antara 16-45 lb. Ukuran yang lebih kecil (13x9) akhir-akhir ini menjadi
populer digunakan untuk kebutuhan penggunaan di lapangan tertutup.
snare drum "high tension" modern dikembangkan sebagai jawaban atas tensi
membran yang lebih tinggi yang dimungkinkan karena pemanfaatan serat
fiber, atau kevlar. Drum tensi tinggi pertama kali dikembangkan oleh
Legato di Australia, dan menjadi lebih sempurna saat mulai digunakan
pada marching band.
2. Drum tenor
Marching band modern umumnya menggunakan multi-tenor, yang terdiri atas beberapa tom-tom
yang dimainkan oleh seorang drummer. Bagian bawah drum biasanya terbuka
dan dipotong menyiku untuk memproyeksikan suara ke arah depan. membran
head menggunakan double-ply PET film untuk meningkatkan kualitas
proyeksi suara. Alat ini umumnya dimainkan dengan menggunakan malet yang
terbuat dari kayu atau aluminimum dengan ujung berbentuk bundar terbuat
dari nilon.
Teknik
permainan tenor drum umumnya berbeda dengan teknik yang digunakan untuk
bermain snare drum, lebih mirip seperti bermain timpani karena membran
dipukul biasanya lebih dekat pada sisi-sisinya dibandingkan bagian di
tengah membran. Bentuk pukulan seperti ini menghasilkan suara yang lebih
nyaring.
Drum
tenor umumnya terdiri dari tom-tom berukuran 10, 12,13, dan 14 inci
yang diatur membentuk busar, seringkali dengan tambahan satu atau dua
buah tom yang lebih kecil (berukuran 6 atau 8 inci) di sisi sebelah
dalam.
3. Drum bass
Ukuran drum bass yang digunakan pada ensembel
perkusi modern bervariasi, dengan lebar universal 14 inci, dan diameter
14 inci dan bertambah setiap 2 inci. Membran drum biasanya terbuat dari
PET film lembut berwarna putih. Tidak seperti snare drum dan drum
tenor, drum bass dimainkan oleh drummer dari kedua sisinya. Umumnya
sebuah drum line menggunakan 4 hingga 6 jenis drum bass dengan ukuran
yang berbeda-beda, tiap satu drum bass dimainkan oleh seorang drummer.
4. Simbal
Simbal
dalam marching band tidak dimainkan dengan tujuan yang sama seperti
orkestra. Ada perubahan pada grip simbal yang dibuat khusus untuk
kebutuhan marching band. Simbal marching band biasanya terdiri atas dua
keping yang terpasang pada ke dua tangan pemainnya. Untuk memainkan
simbal marching band kedua kepingan itu diadu satu dengan lainnya
sehingga menghasilkan suara. Jumlah pemain simbal tiap-tiap grup
marching band bisa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.